Tampilkan postingan dengan label Perbedaan itu indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbedaan itu indah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2009

Fenomena “Bokong”

Bokong (pantat) merupakan salah satu organ manusia yang cukup unik. Mungkin bukan yang terunik, karena keunikan juga subjektif. Akan tetapi, fenomena bokong merupakan salah satu fenomena yang cukup menarik untuk dicermati.

Setiap kita, manusia yang normal, pastilah punya bokong. Banyak sekali orang yang dianugerahi kekurangan oleh Sang Khalik, tidak punya tangan, tidak punya kaki, punya mata yang tidak berfungsi normal (buta), tetapi jarang sekali ada cacat berupa tidak punya bokong. Jujur aja, saya tidak tahu datanya, tapi sepertinya setiap orang punya bokong ya??

Dari sejarah panjang fenomena bokong, kita potong saja, sehingga kita mulai dari legenda bokong ‘Ngebor’ Inul Daratista. Goyangan bokongnya menghebohkan hampir segenap pelosok nusantara Indonesia. Dengan setelan bokong yang benar-benar dieskpose, dengan pakaian yang super ketat, ditambah lagi gerakan ngebor yang cukup mencengangkan, maka perhatian masyarakat bisa tersedot ke arah bokong tersebut. Sebuah guyonan pada awal meledaknya Inul, si pemilik bokong fenomenal, menyatakan bahwa tingkat kriminalitas menurun drastis ketika Inul pentas di televisi. Yach… lumayan ada sisi baiknya.

Pro dan kontra muncul sebagai reaksi terhadap aktivitas bokong tersebut. Si Raja Dangdut mengutuk habis-habisan. Tidak jelas apa sebabnya, apakah karena menganggap merusak akhlak bangsa, atau karena merusak omzet albumnya. Tapi dukungan juga muncul dari berbagai pihak, dengan alasan bahwa jauh lebih banyak tindakan asusila, dan aktivitas yang tidak kalah seronoknya, yang tiap hari ditampilkan di televisi dalam bentuk sinetron. Yach….. no coment

Saat ini juga banyak sekali orang yang bingung, mencari strategi yang tepat, bahkan mengeluarkan milyaran rupiah demi bokongnya masing-masing. Orang-orang tersebut mendambakan bokongnya dapat didudukan di kursi yang katanya ‘terhormat’, yaitu duduk di dewan. Mereka berusaha agar namanya dicontreng, sehingga bokongnya dapat dengan nikmat menduduki kursi empuk, dan si empunya bokong akan disebut ‘Anggota Dewan yang Terhormat’.

Pemilihan umum merupakan sarana untuk menentukan bokong siapa yang boleh duduk di kursi empuk, terhormat dan bergelimang dengan uang milyaran rupiah. Setiap daerah mempunyai angka masing-masing. Artinya, setiap bokong memerlukan sekian ribu dukungan. Para pemilik bokong calon legislatif, mungkin tidak pernah punya pikiran serius untuk mensejahterakan para pemilik bokong yang telah memberikan contrengan untuk dirinya. Padahal, setiap orang kan punya bokong, dan setiap bokong tentunya akan merasa nyaman untuk menduduki tempat yang empuk.

Alkisah, setelah terpilih sekian orang pemilik bokong terhormat, masih banyak yang skeptis bahwa kondisi tidak berubah. Para pemilik bokong terhormat, akan mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya. Lah untuk apa??? Ya tetap saja, mereka mencari uang untuk mencari bokong-bokong ABG yang diperjualbelikan. Mereka akan mencari wanita pemilik bokong yang dianggap indah, untuk dieksploitasi. Disuruh nungging lah, disuruh ngebor lah….Beberapa anggota dewan telah dengan terang-terangan tertangkap basah ketika mereka sedang menikmati bokong wanita muda yang seksi…. Duh….

Karena sudah merupakan kebiasaan dan kebudayaan, maka fenomena bokong tersebut akhirnya menular ke kepala masing-masing pemilik bokong yang terhormat. Kata ahli biologi, isi otak manusia sangat berbeda dengan isi bokong manusia. Tapi kalau kita melihat aktivitas anggota dewan yang terhormat, sepertinya isi keduanya sama. Isi bokong anggota dewan dengan isi kepala dewan kayaknya tidak ada bedanya alias identik. Setiap anggota dewan mengeluarkan pernyataan atau statement tentang kehidupan berbangsa, isinya mirip kotoran. Sangat mirip dengan apa yang dikeluarkan oleh bokong. Ya ampyunnnn. Di sini kita dapat menyimpulkan bahwa sarat mutlak menjadi anggota dewan adalah mampu mentransformasikan isi bokong secara sepenuhnya ke dalam otaknya masing-masing!!!!!! Ha ha ha ha ha….

Bagi yang merasa bokongnya tersinggung, saya sarankan untuk intropeksi, mengambil cermin dan melihat bokongnya masing-masing.

Peace……Hidup Republik Bokong.

Rabu, 11 Februari 2009

Kisah Pemuda yang Menyia-nyiakan Dirinya

Rintihan seorang pemuda yang dianugerahi banyak talenta
Tetapi dirinya tidak tahu bahwa dirinya punya

Rintihan 1
Saat bunga berpaling
Aku mendekat
Saat bunga layu,
Aku sirami
Saat bunga berkembang,
Aku syukuri, dan
Kusadari bahwa aku tertusuk duri
Perih tak terasa tergantikan kekaguman

Rintihan 2
Terima kasih Tuhan
Engkau telah menurunkan hujan
Supaya aku bisa mengingat
Betapa bahagia dirinya
Menatap rintik air yang turun
dan aroma tanah yang harum
Betapa indah saat itu

Rintihan 3
Sinar hatimu terus terangi jalanku
Senyum kecilmu iringi langkahku
Maaf aku masih hidup
dengan senyum palsu
tuk tutupi hati luka membiru
Terima kasih cinta

Rintihan 4
Manusia tak mungkin terperosok karena cinta
Apalagi keluar dari cinta
Karena kita lahir, tumbuh dan mati dalam cinta
Bukan dalam nafsu, kehormatan dan status

Rintihan 5
Waktu trus berlalu
Luka semakin membiru
tapi
Entah kenapa hati ini terus memuja

(Bukan rintihan penulis, tetapi penulis ikut merintih karena ada sesosok pemuda yang setiap hari merintih seperti itu).....

Satu hari setelah saya publikasikan rintihan hati pemuda tersebut. ada rintihan lagi...

Rintihan 6
Bangunlah bunga hatiku
Janganlah menyerah
tuk bangunkan cinta dalam hatimu
Jujur dan setialah
Cinta kan memandumu
Semoga hari ini indah untuk kita


Yach......sebelum sempat aku merintih atas rintihan pemuda malang tadi. Ternyata muncul rintihan juga dari seorang perempuan tinggi, cantik dan jelita yang telah menyia-nyiakan cinta yang pernah diberikan kepadanya.

Penyesalan 1
Jumat malam lalu aku ke sana, tapi memang tidak ada pintu untuk diriku. Seperti apa diriku sampai dirasa susah untuk dimengerti? Pribadi yang sukar dipahami? Seperti itukah aku?

Penyesalan 2
Kenapa ya dulu aku bangga sekali atas keberadaanmu dan semua hasil kerjamu? Kenapa sekarang aku tidak bisa melakukan hal yang sama? Aku trauma atau memang aku tidak sanggup lagi berbuat dan bersikap yang sama? Sebegitukah rasaku padamu sampai aku seperti ini? Kamu gak mau jawab? Kenapa?

Penyesalan 3
Apa kamu sudah menikah sampai tidak mau menjawab aku? Sedemikian kah aku ini sampai harus diperlakukan seperti ini? Aku tidak pernah membencimu. Sedikitpun tidak pernah membencimu!

Penyesalan 4
Dulu selalu ada someone that love you setiap tanggal 14 Februari. Masih ingat? Itu tidak berlaku sekarang?

Yach...kisah ini memang membingungkan....rintihan pemuda dan penyesalan perempuan..dan kebetulan terkait pada satu sosok.... yang sampai detik ini masih mencari jati dirinya....

Selasa, 13 Januari 2009

INDAHNYA PERDAMAIAN

Alkisah, ada seekor serigala yang sudah lama malang melintang di hutan ini. Pada suatu permenungannya, serigala itu merasa bahwa dirinya telah menimbulkan banyak korban di antara sesama binatang di negeri hutan. Yach…. Itu sudah berlalu. Jadi biarlah berlalu. Sekarang saatnya untuk mengubah diri dan memperbaiki yang telah ada. Serigala itu menceritakan kegalauan hatinya kepada salah seorang sahabatnya, tentu saja juga seekor serigala. Temannya kebetulan sependapat. Jadi gayung bersambut. Diskusi mendalam mereka lakukan, dan akhirnya mereka berdua sepakat bahwa mereka berdua tidak lagi membawa bencana bagi sesama binatang di hutan itu.

Hari demi hari, kedua serigala itu tidak lagi mencari mangsa sesama binatang. Penduduk lain yang juga tentu saja, binatang, merasa kaget, tetapi akhirnya bersyukur bahwa telah terjadi pencerahan dalam diri kedua serigala tersebut. Kehidupan menjadi lebih damai.

Pada suatu ketika, dua ekor serigala tersebut sedang duduk-duduk di tepi sebuah telaga yang bening. Tiba-tiba terdengar suara teriakan lolongan. Kedua serigala itu kaget dan segera berlari ke sumber suara. Tampak di sana, beberapa ekor rusa sedang berlari sekuat tenaga diburu oleh macan. Serigala berkata kepada temannya, “Lihat ada pembantaian. Dan sepertinya kita harus menghentikan pembantaian itu seperti kesepakatan kita”. Serigala yang satunya sependapat dan mereka segera berlari menghampiri macan.

Di antara kita banyak sekali orang yang selalu mendengung-dengungkan perdamaian. Akan tetapi, ketika ada perselisihan, mereka segera menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan itu. Jadi ya sebenarnya apa bedanya orang tersebut dengan orang yang tidak mendengung-dengungkan perdamaian. Israel selalu berdalih bahwa serangan mereka adalah untuk membalas serangan roket dari Hamas. Dan Hamas juga berdalih bahwa serangan roket mereka adalah perlawanan dari serangan Israel. Jadi sampai kapan pun perang tersebut akan berlangsung sebelum salah satu pihak kalah, dan hampir pasti yang kalah adalah Hamas karena keterbatasan kekuatan.

Ada beberapa masukan untuk menyelesaikan perang tersebut, yaitu dengan mendesak Hisbullah untuk menyerang Israel dari selatan, sisi yang berlawanan dengan Hamas. Dengan demikian Israel akan terjepit dan akhirnya menghentikan serangan. Mungkin itu benar, tapi saya yakin sekali bahwa jika itu dilakukan, maka Israel hanyalah mundur sementara. Membangun kekuatan dan kelak suatu saat akan menyerang lagi. Jadi ya..masukan itu hanya menunda perang yang lebih besar lagi.

Lha terus bagaimana penyelesaian konflik itu? Saya pribadi merasa tidak tahu bagaimana harus menghentikan perang tersebut. Tapi saya yakin bahwa mereka-mereka, para pemegang tampuk pemerintahan baik Israel, maupun Palestina, sebenarnya tahu penyelesaian yang terbaik. Akan tetapi, yang dikedepankan adalah ego pribadi, jadi ya perang akan terus berlanjut.

Saya tidak pernah mendukung serangan Israel, tetapi juga tidak mendukung tindakan kekerasan yang dilakukan di sekitar saya yang bertujuan untuk mengintimidasi Israel. Saya juga tidak setuju kita mengirimkan pasukan (ala kadarnya) untuk ikut membantu Palestina. Ini tidak akan menyelesaikan masalah dan di masa depan hanya akan menyuburkan separatisme dan terorisme. Dan hasil akhirnya juga bisa ditebak bahwa yang nekad pergi ke sana sangat kecil kemungkinannya untuk bisa kembali. Solidaritas terhadap rakyat Palestina tentu saja tetap harus dilakukan. Siapa pun manusia yang nyawanya terancam harus kita selamatkan, semampu kita.

Sebagai rakyat kecil dan rakyat biasa, saya hanya bisa berdoa dan menulis tulisan ini untuk kepentingan perdamaian dunia. Saya yakin bahwa doa mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk keperluan kita umat manusia. Doa bagi para petinggi Israel, agar mereka sadar bahwa perang bukanlah jalan yang terbaik untuk penyelesaian masalah. Juga doa bagi rakyat Palestina, semoga penderitaan yang mereka alami semakin memperkuat iman dan kepercayaan mereka kepada Sang Pencipta. Saya tetap tidak setuju jika api dibalas api, dan perang dibalas dengan perang. Jika itu yang kita lakukan, maka kita akan sama saja dengan Israel yang sekarang sedang melakukan serangan.

Wahai rakyat Palestina, bertahanlah sampai batas kekuatan yang kalian miliki. Kematian kalian tidaklah sia-sia bagi sebuah bangsa.

Wahai Israel, dengarkan hati nurani Anda. Saya yakin bahwa hati nurani Anda masih ada dan bersuara. Tidak ada kata terlambat untuk menghentikan perang. Jangan menunggu Hamas berhenti mengirim roket, baru tentara kalian berhenti menyerang. Karena Hamas akan berhenti mengirimkan roket setelah mereka mati atau kehabisan roket.

Selasa, 06 Januari 2009

INDAHNYA (TANPA) PERANG

Di antara lagu tentang surga
Di antara lambang perdamaian
Kita teriakan pekik peperangan

Ada suara rintih kesakitan
Ada suara tangis ketakutan
Karena kita yang tak pernah kunjung padam

Merpati pun menangis karenanya
Terbang bersama hancur hatinya
Karena kita telah mengkhianati
Menganggapnya cuma cerita

Di antara canggihnya senjata
Di antara terbakarnya kota
Nurani pun telah terlupakan

Di antara seribu kematian
Di antara hutan batu nisan
Ada yang tersenyum oleh medali kehormatan

Apa pun segala alasannya
Perang tetap menghancurkan
Selalu ada yang dikuburkan
Apa pun tujuannya
Perang tetap menghancurkan
Selalu jatuh banyak korban perang

(Syair Merpati, oleh Anang)

Senin, 05 Januari 2009

(INDAHNYA) NEGERIKU

Datang menerangi bangunkan dunia
Karunia alam tetap terjaga
Lestari budaya beragam sukunya
Nusantara tercinta Sabang sampai Merauke

Merah Putih berani dan suci
Tenteram damai nusantara
Burung garuda jiwa satria
Terbang bebas merdeka

Lupakan perbedaan
Bilakah datang?
Rasa kebersamaan
Hidup dalam damai

(Syair oleh Elpamas)

Jumat, 28 November 2008

KATA-KATA KOTOR

Tidak selayaknya kita mengucapkan kata-kata kotor, umpatan dan kata yang tidak pantas lainnya kepada sesama manusia. Tetapi jika anda benar-benar ingin mengucapkan kata-kata itu, berikanlah kata-kata kotor itu sepenuh hati kepada setan, narkoba, maksiat, korupsi, pembunuhan, kemunafikan, kemiskinan, kebodohan, kemusyrikan. Jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata kotor kepada sesama manusia, bahkan manusia yang anda anggap paling berdosa sekali pun. Sejelek-jelek manusia, dia adalah ciptaan masterpiece dari Sang Khalik, sama mulianya dengan kita. Berikan umpatan kepada perbuatannya, dan biarkanlah dia hidup seperti adanya.

Say no to the homicide, whatever the reason.

Sabtu, 08 November 2008

DIALOG VATICAN

Meskipun gaungnya tidak terlalu nyaring, akan tetapi beberapa hari yang lalu dilakukan dialog antara Katholik dan Islam di Vatican. Sebuah dialog yang bertujuan positif yang diikuti oleh 58 delegasi, 29 dari Katholik dan 29 dari Islam. Hal ini sangat positif sekali karena komunikasi antara dua pemeluk agama besar ini sangat jarang dilakukan. Hasil dialog itu juga mengusulkan adanya pertemuan serupa setiap dua tahun sekali.

Pro dan kontra juga muncul dengan adanya dialog tersebut. Kaum ekstrem biasanya tidak suka, karena mereka biasanya memang lebih suka bertindak secara represif. Akan tetapi dukungan terhadap dialog itu lebih dominan yang datang dari kalangan moderat yang mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. Jadi bolehlah kita menyimpulkan bahwa sebenarnya garis keras itu tidak banyak dan tidak mewakili mayoritas kelompoknya.

Banyak media yang menuliskan dialog itu sebagai dialog Kristen-Islam. Sebenarnya dialog di Vatican tersebut dilakukan oleh Katholik dan Islam. Masih sering terjadi anggapan bahwa Kristen dan Katholik itu sama, meskipun sebenarnya mereka adalah dua agama yang berbeda, dan kadang-kadang juga berserteru (sayang sekali). Perseteruan antara Kristen dan Katholik memang memuncak pada abad pertengahan dan sekarang sudah mereda. Perseteruan terakhir adalah antara Tentara Irlandia Utara yang berbasis Katholik dengan pemerintah Inggris yang berbasis Kristen Anglikan. Tetapi, sudahlah, yang penting sekarang harus berdamai karena mereka toh juga berasal dari Nabi yang sama.

Pada masa mendatang diharpakan dialog tersebut terus berlangsung dengan output yang positif. Diharapkan juga akan diikuti oleh kelompok agama yang lain, misalnya Kristen, Hindu, Budha atau Agama Yahudi. Juga baik kalau diikuti oleh Zoroaster dan juga Agnotis dan kalangan Atheis. Perbedaan itu indah kok! Yakinlah! Sang Khalik lah yang membuat perbedaan itu. Bagi orang atau kelompok yang menginginkan agama lain hancur berarti menolak Sang Khalik. Jika pencipta menghendaki agama itu hanya satu, maka detik ini juga semua orang akan memeluk agama yang satu. Percaya gak?

Kamis, 30 Oktober 2008

INDAHNYA ILMU PENGETAHUAN

Hampir semua orang beriman (termasuk Anda tentunya) percaya bahwa semesta dan segala isinya adalah diciptakan oleh Sang Khalik. Suatu entitas yang serba maha, dan tidak ada yang tahu dari mana dia. Jika anda iseng masuk ke Yahoo id.answer, maka ketika ada pertanyaan Tuhan berasal dari mana, maka jawaban yang muncul kebanyakan adalah mendoakan yang bertanya agar insyaf. Aneh juga. Itu kan tidak menjawab pertanyaan. Mungkin yang menjawab tidak bisa menjawab, atau tidak berani memikirkan keberadaan Tuhan. Para perekayasa munculnya agama (Anda mungkin menyebutnya Nabi) sudah sadar betul dengan hal ini. Mereka juga tidak akan bisa menjawab dengan gamblang tentang keberadaan Tuhan. Jadi mereka mengatur skenario dengan memberikan dosa besar kepada orang yang bertanya tentang eksistensi Tuhan. He he he….

Anda jangan emosi dulu. Penulis blog ini juga percaya kepada Tuhan kok jadi tidak akan berani mengusik lebih mendalam lagi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda dengan apa yang telah diyakini oleh kebanyakan orang beriman.

Sebenarnya ada cara lain untuk mengenal Tuhan, menghormati-Nya, termasuk menghormati alam ciptaan-Nya yang indah (meskipun akhir-akhir ini sering dirusak keindahannya oleh ulah ciptaan-Nya). Cara yang bukan berasal dari agama, tetapi dari Ilmu pengetahuan. Lho kok bisa. Bisa saja.

Banyak pertentangan tentang adanya evolusi. Penentang teori evolusi kebanyakan dari kalangan agamawan, dan, tentu saja, kurang memahami tentang sains. Di sini tidak akan diuraikan tentang teori evolusi secara detail, tetapi yang kita-kita orang awam tahu saja. Perhatikan, seberapa besar kemungkinan seorang bayi lahir. Jika ditilik dengan sedikit ilmu pengetahuan, sangat kecil, teramat sangat kecil. Setelah pasangan menikah, biasanya berapa lama pasangan wanita menjadi hamil. Atau dengan kata lain, setelah berapa kali mereka melakukan tindakan tidak senonoh J demi meneruskan generasi. Pastilah lebih dari satu kali. Secara statistik, sangat kecil kemungkinan muncul janin dari hubungan intercourse yang perdana.

Lebih jauh lagi, dari pelajaran biologi SMA kita tahu bahwa setiap kali ejakulasi, keluar jutaan sel hidup, tetapi akan hanya ada satu sel saja yang mampu membuahi sel telur. Tercatat ada sekitar 150 juta sel hidup yang dilontarkan oleh calon bapak setiap kali berhubungan. Secara guyon dikatakan, sel hidup yang berhasil membuahi pastilah sel yang paling aktif, paling impresif, paling lincah, paling gesit, paling pencilakan, paling nakal dan lain sebagainya. Anda lihat bahwa kemungkinan munculnya janin sangat kecil.

Setelah janin muncul, masih diperlukan waktu 9 bulan 10 hari lagi agar menjadi seorang bayi. Dalam kurun waktu itu, segalah sesuatu bisa mungkin terjadi. Tercatat, keguguran di kalangan ibu-ibu masih relatif tinggi. Fakta ini akan menurunkan kembali probabilitas adanya seorang manusia.

Tambahan lagi, proses ibu melahirkan juga merupakan proses hidup mati, baik ibu maupun si orok. Tingkat kematian ibu-bayi per valensi juga masih tinggi. Lagi-lagi ini menurunkan probabilitas adanya seorang manusia.

Jika dirunut lebih jauh, masih ada risiko kematian bayi atau anak di bawah usia 3 tahun. Sehingga probabilitas adanya seorang manusia dewasa lebih kecil lagi.

Anda lihat, begitu kecilnya kemungkinan adanya seorang manusia. Jadi kesimpulannya, manusia, siapapun dia, adalah sangat berharga. Kita mungkin tidak menyadari bahwa kita ini, masing-masing dari kita adalah suatu makhluk yang telah lolos menjalani seleksi alam yang begitu ketat, dan hanya sedikit sekali yang berhasil menjadi seperti kita.

Dengan fakta itu, jika anda tidak suka dengan orang lain, biarkan saja, tidak usah dibunuh karena dia adalah makhluk yang langka seperti anda. Jika anda melihat orang yang kelaparan dan sangat menderita, kasihanilah dia, karena dia merupakan individu yang telah lolos dari seleksi alam yang begitu ketat. Jangan pernah menyakiti orang lain karena itu berarti menyakiti jutaan sel hidup lain yang tidak mampu berenang mencapai sel telur.

Dari uraian tersebut, agak aneh jika ada orang yang mengatakan ‘dia layak untuk mati’. Berarti orang tersebut tidak menyadari akan pentingnya orang yang dianggap layak untuk mati tersebut. Nah, dari sains kita juga dapat bersikap menjadi seorang yang humanis. Suatu sifat yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh orang yang mengaku dirinya punya agama.

(Disarikan dari Buku Cosmos, karangan Profesor Carl Sagan, seorang astronom yang sangat humanis, dan tentu saja, beragama)

Senin, 20 Oktober 2008

Kiai Masuk Gereja (2)

Cak Nun berkotbah di Gereja atau di depan orang-orang Non Muslim sudah bukan pertama kali. Di Indonesia sendiri, sudah beberapa kali Cak Nun diundang berbicara di depan orang-orang Katholik, bukan untuk berdebat tentang agama, tetapi untuk saling terbuka dan berbicara dari hati ke hati, dan mencari kebersamaan, menghindarkan konflik. Adalah lebih bijaksana mencari persamaan dan bekerja sama menghadapi ‘musuh’ bersama. Musuh orang beragama yang akan dilawan oleh umat beragama, agama apapun secara bersama-sama. Banyak sekali musuh yang harus dilawan, misalnya kemiskinan, korupsi, masa depan anak-anak dan juga masalah lingkungan.

Pencarian kebersamaan juga dapat dilakukan dengan dialog serupa. Umat Kristen (sebutan untuk mengikut Nabi Isa, termasuk juga Katholik) menganggap Nabi Isa (Yesus Kristus) lebih dari sekedar Nabi, tetapi juga sebagai Tuhan. Hal ini sering ditolak oleh Umat Muslim dan menimbulkan konflik karena dianggap sebagai penghinaan. Akan tetapi, Gus Mus mengatakan dalam suatu kesempatan, bahwa pandangan itu tidak akan dapat diubah. Hal yang lebih bijaksana adalah mencari persamaannya, yaitu bahwa Tuhan (Allah) itu dekat sekali dengan manusia. Dalam Islam dituliskan bahwa Allah lebih dekat dari pada tulang rusuk kita. Hal ini juga akan dianggap mustahil oleh orang Kristen. Jadi ya… sama saja. Orang selalu menganggap aneh apa yang diyakini oleh orang lain dan jika dibesar-besarkan, yang terjadi ya konflik.

Orang Islam akan menganggap aneh kepercayaan Hindu yang menghormati seekor sapi. Tapi itu sudah diyakini selama berabad-abad, dan ada banyak sekali alasan untuk menghormati seekor sapi, menurut keyakinan Hindu. Orang Hindu juga akan menganggap aneh mengapa orang Islam tidak menghormati sapi, tetapi malah memakan sapi dan menganggap itu jauh lebih baik dari pada makan babi atau anjing. Orang Katholik juga akan lebih heran lagi. Akan tetapi orang Katholik selalu memakan komuni setiap minggu yang sebenarnya hanya merupakan roti tidak beragi. Nah…..jadi ngapain repot dengan perbedaan, jauh lebih enak membicarakan persamaan dan mencari solusi bersama untuk kehidupan ini. Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa apa yang kita yakini adalah paling benar dan juga harus diyakini oleh orang lain. Si Empunya semesta aja tidak pernah memaksa orang untuk meyakini bahwa diri-Nya lah yang menciptakan semesta ini. Nah…ngerti gak Son….

Jumat, 17 Oktober 2008

Kiai Masuk Gereja

Sekitar 6 sampai 20 Oktober 2008, Emha Ainun Jadjib dan konco-konconya melawat Belanda bersama perabotan Kiai Kanjengnya. Keunikan dari lawatan ini adalah karena diprakarsai oleh Protestant Church Belanda (dilaksanakan oleh Centre for Reflection of the Protestant Church dan Hendrik Kraemer Institute), serta bekerja sama dengan Java Enterprise. Title dari tour itu adalah Voices & Visions dan ditampilkan dalam beberapa agenda pementasan musik dan dialog di tujuh kota yakni Den Haag, Amsterdam, Rotterdam, Deventer, Leeuwarden, Windesheim, dan Utrecht. Selain itu, juga akan bertemu komunitas muslim Belanda.

Di Deen Haag, misalnya, Emha dan Kiai Kanjeng akan tampil di gereja Christus Triomfater dan pesta rakyat di Moerwijk, pentas di Theater de Regentes, juga tabligh akbar di Masjid al-Hikmah. Di Amsterdan Emha dan Kiai Kanjeng memenuhi undangan simposium dan pentas musik. Di Deventer, mereka akan bertemu dengan tokoh agama setempat dan menyelenggarakan workshop dan konser mini. Di Leeuwarden dan Windesheim, Emha dan KiaiKanjeng akan terlibat diskusi dengan para mahasiswa dan masyarakat sekitar, tentu dengan iringan musik KiaiKanjeng. Di Rotterdam, Emha dan KiaiKanjeng akan tampil di Universitas Islam Rotterdam. Di Utrecht, mereka akan pentas di Theater de Nobelaer. Sementara di Amsterdam, Emha dan KiaiKanjeng akan bertemu dengan tokoh muslim setempat dan menggelar diskusi dan konser mini di sana, serta mengikuti workshop dan diskusi dengan artis Belanda.

Cak Nun juga diminta untuk menyampaikan presentasi di beberapa forum dialog dengan fokus pengembangan dialog antarbudaya dan antar agama. Di forum-forum itu, Cak Nun akan menyampaikan pandangannya tentang Islam dan pluralisme, Islam dan lingkungan hidup, serta alam dan kebebasan beragama, tentu dengan sudut pandang khas Emha. Sementara itu pihak Gereja Protestan di Belanda menyatakan bahwa melalui tur ini mereka bermaksud menyumbangkan sikap saling penghargaan antara orang yang beda agama. Sekretaris Jendral Gereja Protestan di Belanda, pendeta Arjen Plaisier, mengatakan: Gereja kami tidak dipanggil untuk mengabarkan agama Islam, tetapi untuk mendukung percakapan/pertemuan dengan orang yang beda agama secara jujur dan dengan rasa hormat. Emha memakai pendekatan ini juga, seperti mitra-mitra Muslim kami di Belanda. Sekarang ini kami sering mendengar pencirian-pencirian mengenai orang Islam yang tidak bernuansa, malah yang memalukan.

Dalam keadaan ini Gereja Protestan ingin memberikan perhatian kepada teladan yang positif.
Bagi Emha dan KiaiKanjeng, tampil di hadapan publik nonmuslim melalui dialog dan pementasan musik bukan hal yang baru, dan dalam kesempatan yang demikian itu, Emha dan KiaiKanjeng berupaya menampilkan tafsir pluralisme ala mereka yakni bahwa orang Islam tidak perlu menyembunyikan identitasnya sebagai muslim pun sebaliknya bagi nonmuslim. Pluralisme adalah saling mengerti siapa diri kita sembari pada saat bersamaan berlomba dalam mewujudkan kebaikan. Itulah di antara yang pernah disampaikan Emha pada saat hadir di Gereja Pugeran Yogyakarta pertengahan tahun 2007 lalu. Di Belanda pun Emha dan KiaiKanjeng membawa semangat yang sama.

Negeri Belanda mempunyai hubungan emosional yang sangat erat dengan Indonesia yang mayoritas muslim. Selain telah menjajah Indonesia sekitar 350 tahun, akhir-akhir ini juga ada beberapa kejadian yang cukup menarik untuk dicermati. Adanya pembunuhan Theo van Gogh seorang sutradara film oleh seorang Muslim Marokko dan juga film "Fitna" oleh anggota Parlemen Geert Wilders.

Pemerintah Belanda, dan mungkin juga banyak pemerintah negeri "Barat" lain sepertinya masih belum bisa matching dengan muslim. Hal tersebut menjadi lebih buruk, ketika di kalangan muslim sendiri muncul berbagai aliran garis keras yang seolah memberikan cap bahwa kecurigaan dunia barat adalah benar, atau setidaknya ada unsur benarnya. Meskipun jumlah garis keras relatif sedikit dan tidak mewakili pandangan umum muslim, tetapi aksinya sering mencemaskan sehingga bangsa barat yang terkenal teratur menjadi sangat berhati-hati.
Kurangnya dialog antara barat dan muslim menjadikan permasalahan tersebut semakin meruncing. Saling curiga menjadi semakin tajam, dan hal tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh garis keras (muslim) dan juga oleh kaum oportunitis (barat). Banyak ahli berpendapat bahwa penyerangan ke Irak yang sebenarnya bermotif minyak dipelintir menjadi perserteruan timur-barat.

Eddy Supriyadi, (Vrije Universiteit, Amsterdam) salah satu mahasiswa doktoral di Belanda sempat mengutip kalimat dari Emha: "Orang berbuat jahat tidak harus seratus persen kita pahami sisi kejahatannya, tetapi bisa kita cari kemungkinan bahwa kejahatan itu bersumber dari kelemahan atau keterpaksaan. Dengan demikian kita bukan membencinya karena kejahatannya, melainkan ada peluang dan bahkan kewajiban untuk mengantarkannya terlepas dari kelemahan itu, sehingga produk jahatnya juga bisa terkurangi. Bahkan orang yang membenci kita, memfitnah kita dan memaki-maki kita, sesungguhnya mengantarkan kepada kita keharusan untuk menggali ilmu dan pengetahuan tentang sebab kebencian itu. Misalnya bahwa kebenciannya itu berasal dari suatu keadaan mental yang terbatas sedemikian rupa sehingga ia tidak punya kemungkinan lain kecuali membenci kita. Kemudian kebencian itu juga mengantarkan juga pancingan untuk menambah kasih sayang kita kepadanya, syukur diam-diam menolongnya untuk berjalan menuju kondisi mental yang lebih kuat dan positif sehingga ia tidak perlu membenci siapapun sebagai satu-satunya jalan untuk survive secara psikologis..."

Pendapat itu sangat kontras sekali dengan pendapat garis keras, seperti FPI misalnya. Pandangan garis keras sangat tidak pluralis dan sangat eksklusif. Mereka beranggapan bahwa orang yang menghargai pluralisme adalah orang yang ilmunya belum tinggi sehingga masih mau bertoleransi dengan orang lain. Lalu mana yang benar??? Jika Tuhan/Allah/Yahwe memang menhendaki, maka akan diciptakan satu bangsa saja, satu agama saja dan tidak ada perbedaan. Perbedaan adalah hakekat dari penciptaan itu sendiri. Amien.