Tampilkan postingan dengan label Peace. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peace. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2009

INDAHNYA GENCATAN SENJATA (??????)

Akhirnya ada juga gencatan senjata, setelah sekian lama berkecamuk peperangan di daerah Gaza dan sekitarnya. Adanya gencatan senjata paling tidak dapat diartikan bahwa tidak ada perang lagi, meskipun tentu saja, untuk sementara. Perang berhenti untuk sementara, dan selama perang berhenti tersebut diharapkan adanya kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Tapi apakah benar-benar begitu??

Dalam hati kecil saya, sepertinya gencatan senjata itu tidak ada artinya sama sekali. Ya hanya semacam petinju yang beristirahat setelah lonceng berbunyi, yang berarti istirahat sebentar, untuk apa?? Yang biar ronde berikutnya dapat bertinju lagi dengan lebih ganas. Dalam masa rehat itu, pelatih juga akan memberikan instruksi lagi agar petinju tersebut dapat bertarung lagi dengan lebih baik….

Andaikan saja ada seekor anjing dan kucing yang dipelihara dalam satu rumah, kemungkinan besar mereka akan ribut terus. Ya ada juga anjing dan kucing yang damai sichh.. Nah ketika saat makan, si majikan memberi makan kepada anjing dan kucing tersebut. Terjadilah gencatan senjata. Masing-masing, anjing dan kucing, tidak tertarung tetapi tetap menjaga jarak. Ntar kalau dah kenyang ya bertarung lagi. Bahkan mungkin lebih ganas karena sudah kenyang.

Kalau dibilang saya skeptis kepada gencatan senjata itu, ya itu terserah Anda sekalian. Perang kemarin kan memang sudah diagendakan he he he he…. Ya Israel menyerang karena masih kepemimpinan Bush. Mereka juga tahu ada kemungkinan Obama akan mengecam perang tersebut, jadi ya….menjelang Obama dilantik, perang berhenti dech… toh daerah kekuasaan sudah bergeser maju agak jauh…..

Kalau Anda merasa saya memberikan tulisan negatif terhadap Israel ya itu terserah Anda. Tapi sebenarnya yang saya kutuk bukan Israel tapi perangnya, yang kebetulan Israel terlibat di dalamnya. Eh sori, ne ada kutipan sedikit:
Al-Baqarah
2:62. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Meskipun saya tidak terlalu tahu tentang agama, tapi dari tulisan tersebut tampak bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan (mereka) dan mereka tidak perlu bersedih hati. Jadi saya membayangkan jika ada seorang Israel yang baik hati, tentulah Tuhan tetap akan memberikan mereka pahala selayaknya. Jadi sepertinya kita tidak bisa mengutuk semua orang Israel, apalagi sampai merusak bangunan-bangunan yang kita duga milik mereka.

Ne juga ada kutipan:

Al-Hajj
22:39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

22:40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Dari kutipan tersebut, saya jadi mikir, kayaknya kita tidak perlu repot-repot merusak gedung atau bangunan atau apa saya yang menjadi milik Israel, karena toh Allah sendiri kalau menginginkan, pastilah sudah rusak dari dulu-dulu..tul gak???

Sepertinya memang Allah menguji iman orang yang beriman kepada-Nya. Kita disakiti, dianiaya, atau diberi perlakuan yang tidak enak, atau mungkin juga saudara-saudara kita. Kita tentu saja harus berempati kepada korban perang itu, dan tentu saja, korban perang pada kedua belah pihak… yup???

O ya balik lagi kepada gencatan senjata. Bukannya berpikiran negatif, tapi gencatan senjata itu sangat mungkin hanya sementara saja. Sementara ya bisa sehari, seminggu, sebulan, setahun atau sewindu. Akan tetapi, jika akar permasalahan tidak terselesaikan, ya perang nanti juga akan ada lagi… duh…. Terus gimana ya??

Mengutip dari nasihat Mario Teguh, sesuatu yang buruk tidak akan memberikan hasil yang baik. Kebaikan berasal dari kebaikan….. waduh…….???

Perang adalah hal yang buruk, jadi tidak akan memberikan hasil kebaikan. Hasil akhirnya adalah korban, kerusakan, fundamentalisme menguat, dan terorisme akan semakin subur…..

Berarti solusi untuk menyelesaikan masalah adalah dengan kebaikan, sehingga hasilnya adalah baik. Tentu saja nasihat sederhana itu sangat sulit untuk kita lakukan. Ketika kita disakiti oleh tetangga kita, ya kita balas dengan menyakitinya, jadilah permusuhan abadi. Tapi, kalau kita bisa legowo, untuk selalu bersikap baik dengan tetangga tersebut, hasilnya mungkin akan berbeda. Kebaikan mungkin akan terbit, kalau pun tidak ada perdamaian dengan tetangga kita, ya….sudahlah, kita mengharap kebaikan dari Allah saja….enak kan????

Perang tetap perang, Israel tetap harus dikutuk karena perang tersebut. Akan tetapi bukan seluruh orang Israel lho… lihat saja di Amerika juga banyak demonstrasi menentang perang. Mudah-mudahan Obama punya resep yang jitu untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah tersebut. Konflik yang berkepanjangan….dan akarnya mungkin egoisme di kalangan penguasa itu. Kalau kita ingat, kemaren-kemaren kan ada perang antara Hamas itu sendiri dengan Hizbullah. Yah… itu juga memprihatinkan……jadi seperti yang dikemukakan oleh Presiden kita SBY bahwa perang di Gaza kemaren adalah perang kedaulatan bukan perang agama. Soalnya kalau perang agama, kenapa Hamas dan Hizbullah kemaren berperang??? Tul gak… jadi ya pliz dech, jangan bawa-bawa agama dalam perang itu.

Selasa, 13 Januari 2009

INDAHNYA PERDAMAIAN

Alkisah, ada seekor serigala yang sudah lama malang melintang di hutan ini. Pada suatu permenungannya, serigala itu merasa bahwa dirinya telah menimbulkan banyak korban di antara sesama binatang di negeri hutan. Yach…. Itu sudah berlalu. Jadi biarlah berlalu. Sekarang saatnya untuk mengubah diri dan memperbaiki yang telah ada. Serigala itu menceritakan kegalauan hatinya kepada salah seorang sahabatnya, tentu saja juga seekor serigala. Temannya kebetulan sependapat. Jadi gayung bersambut. Diskusi mendalam mereka lakukan, dan akhirnya mereka berdua sepakat bahwa mereka berdua tidak lagi membawa bencana bagi sesama binatang di hutan itu.

Hari demi hari, kedua serigala itu tidak lagi mencari mangsa sesama binatang. Penduduk lain yang juga tentu saja, binatang, merasa kaget, tetapi akhirnya bersyukur bahwa telah terjadi pencerahan dalam diri kedua serigala tersebut. Kehidupan menjadi lebih damai.

Pada suatu ketika, dua ekor serigala tersebut sedang duduk-duduk di tepi sebuah telaga yang bening. Tiba-tiba terdengar suara teriakan lolongan. Kedua serigala itu kaget dan segera berlari ke sumber suara. Tampak di sana, beberapa ekor rusa sedang berlari sekuat tenaga diburu oleh macan. Serigala berkata kepada temannya, “Lihat ada pembantaian. Dan sepertinya kita harus menghentikan pembantaian itu seperti kesepakatan kita”. Serigala yang satunya sependapat dan mereka segera berlari menghampiri macan.

Di antara kita banyak sekali orang yang selalu mendengung-dengungkan perdamaian. Akan tetapi, ketika ada perselisihan, mereka segera menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan itu. Jadi ya sebenarnya apa bedanya orang tersebut dengan orang yang tidak mendengung-dengungkan perdamaian. Israel selalu berdalih bahwa serangan mereka adalah untuk membalas serangan roket dari Hamas. Dan Hamas juga berdalih bahwa serangan roket mereka adalah perlawanan dari serangan Israel. Jadi sampai kapan pun perang tersebut akan berlangsung sebelum salah satu pihak kalah, dan hampir pasti yang kalah adalah Hamas karena keterbatasan kekuatan.

Ada beberapa masukan untuk menyelesaikan perang tersebut, yaitu dengan mendesak Hisbullah untuk menyerang Israel dari selatan, sisi yang berlawanan dengan Hamas. Dengan demikian Israel akan terjepit dan akhirnya menghentikan serangan. Mungkin itu benar, tapi saya yakin sekali bahwa jika itu dilakukan, maka Israel hanyalah mundur sementara. Membangun kekuatan dan kelak suatu saat akan menyerang lagi. Jadi ya..masukan itu hanya menunda perang yang lebih besar lagi.

Lha terus bagaimana penyelesaian konflik itu? Saya pribadi merasa tidak tahu bagaimana harus menghentikan perang tersebut. Tapi saya yakin bahwa mereka-mereka, para pemegang tampuk pemerintahan baik Israel, maupun Palestina, sebenarnya tahu penyelesaian yang terbaik. Akan tetapi, yang dikedepankan adalah ego pribadi, jadi ya perang akan terus berlanjut.

Saya tidak pernah mendukung serangan Israel, tetapi juga tidak mendukung tindakan kekerasan yang dilakukan di sekitar saya yang bertujuan untuk mengintimidasi Israel. Saya juga tidak setuju kita mengirimkan pasukan (ala kadarnya) untuk ikut membantu Palestina. Ini tidak akan menyelesaikan masalah dan di masa depan hanya akan menyuburkan separatisme dan terorisme. Dan hasil akhirnya juga bisa ditebak bahwa yang nekad pergi ke sana sangat kecil kemungkinannya untuk bisa kembali. Solidaritas terhadap rakyat Palestina tentu saja tetap harus dilakukan. Siapa pun manusia yang nyawanya terancam harus kita selamatkan, semampu kita.

Sebagai rakyat kecil dan rakyat biasa, saya hanya bisa berdoa dan menulis tulisan ini untuk kepentingan perdamaian dunia. Saya yakin bahwa doa mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk keperluan kita umat manusia. Doa bagi para petinggi Israel, agar mereka sadar bahwa perang bukanlah jalan yang terbaik untuk penyelesaian masalah. Juga doa bagi rakyat Palestina, semoga penderitaan yang mereka alami semakin memperkuat iman dan kepercayaan mereka kepada Sang Pencipta. Saya tetap tidak setuju jika api dibalas api, dan perang dibalas dengan perang. Jika itu yang kita lakukan, maka kita akan sama saja dengan Israel yang sekarang sedang melakukan serangan.

Wahai rakyat Palestina, bertahanlah sampai batas kekuatan yang kalian miliki. Kematian kalian tidaklah sia-sia bagi sebuah bangsa.

Wahai Israel, dengarkan hati nurani Anda. Saya yakin bahwa hati nurani Anda masih ada dan bersuara. Tidak ada kata terlambat untuk menghentikan perang. Jangan menunggu Hamas berhenti mengirim roket, baru tentara kalian berhenti menyerang. Karena Hamas akan berhenti mengirimkan roket setelah mereka mati atau kehabisan roket.

Jumat, 09 Januari 2009

INDAHNYA (TANPA) PEPERANGAN

Anda pernah melihat salah satu film dengan judul DESPERADO yang dibintangi oleh Antonio Banderas. Film itu bercerita tentang seorang pemain gitar yang berubah menjadi mempunyai dendam yang sangat membara terhadap pembunuh kekasihnya yang sangat dicintainyai. Demi memenuhi ambisi dendamnya, pemain gitar tersebut mencari pembunuh kekasihnya, yaitu seorang bos mafia narkotika. Puluhan orang dibunuhnya demi membalas dendam hatinya. Hanya dalam waktu singkat, dirinya dikenal sebagai seorang pembunuh berdarah dingin, padahal sebelumnya, dia adalah seorang pemain gitar yang biasa-biasa saja.

Dalam salah satu dialog, si bintang berkata, “Ternyata jauh lebih mudah untuk menjadi seorang pembunuh dari pada seorang pemain gitar. Jauh lebih mudah memusnahkan dari pada menciptakan!!!!’

Saat ini, sedang terjadi pembunuhan, perusakan dan pembantaian akibat perang di sekitar Jalur Gaza. Yach… bangunan yang telah dibangun dengan perencanan sekian lama telah hancur dalam beberapa hari saja. Seorang manusia, yang telah dipelihara oleh orang tua dan dirinya sendiri selama bertahun-tahun, telah mati hanya dalam waktu beberapa waktu saja.

Stop War!!!! Itu kata seruan yang banyak didengungkan oleh banyak orang. Memang benar, apapun alasannya, perang itu menghancurkan. Belum cukup kah bukti-bukti kehancuran perang di dunia ini. Sang Khalik menciptakan manusia pastilah dengan tujuan agar manusia hidup saling berdampingan dalam perbedaan secara indah.

Serangan Israel ke Jalur Gaza berdalih kedaulatan. Daerah tersebut merupakan tanah nenek moyang mereka, yang sekarang dihuni mayoritas oleh Bangsa Palestina. Apakah hal tersebut merupakan sebuah alasan yang kuat untuk melakukan perang dan pembunuhan????? Tidak adakah cara yang lebih elegan untuk menyelesaikan sebuah konflik yang berkepanjangan??? Kita orang awam hampir pasti tidak tahu langkah penyelesaian konflik Timur Tengah tersebut. Tetapi apakah para pemimpin yang mempunyai amanah dari rakyatnya harus menggunakan perang untuk menyelesaikan konflik tersebut???

Simpati sedalam-dalamnya saya berikan kepada rakyat Palestina dan para korban perang, tetapi ini bukan dukungan terhadap Palestina. Doa saya panjatkan kepada Sang Khalik agar para pemimpin Israel segera sadar bahwa perang bukan alternatif untuk menyelesaikan masalah, dan, ini juga bukan dukungan untuk Israel. Seandainya saja, Israel akhirnya bisa merebut daerah itu, dalam waktu yang cukup lama, gerilyawan Hamas akan melakukan tindakan gerilya yang juga akan memakan korban terus menerus. Sebuah pertumpahan darah akan memicu pertumpahan darah berikutnya.

Kutukan keras layak diberikan kepada Israel yang menyerang warga sipil dan membunuh banyak rakyat yang sebenarnya tidak terlalu mengerti permasalahannya. Akan tetapi, dengan segala hormat, kritikan juga diberikan kepada orang-orang yang menyegel Rumah Makan Waralaba di Indonesia sebagai tindakan protes terhadap serangan Israel. Meskipun mungkin itu ada kaitannya, akan tetapi tindakan tersebut tidak dewasa. Saya sarankan, mulai sekarang, hentikan kebiasaan menggunakan produk-produk yang berbau asing. Gunakan produk dalam negeri. Banyak warung ayam goreng dan bebek goreng yang dimiliki dan dikelola orang Indonesia. Dan para pemerintah, hentikan menjual aset negara kepada pihak asing, dan keluarkan deregulasi yang mendorong kemandirian bangsa dalam segala bidang.

Apapun alasannya, perang tetap menghancurkan!!!!!!!!!!

Selasa, 06 Januari 2009

INDAHNYA (TANPA) PERANG

Di antara lagu tentang surga
Di antara lambang perdamaian
Kita teriakan pekik peperangan

Ada suara rintih kesakitan
Ada suara tangis ketakutan
Karena kita yang tak pernah kunjung padam

Merpati pun menangis karenanya
Terbang bersama hancur hatinya
Karena kita telah mengkhianati
Menganggapnya cuma cerita

Di antara canggihnya senjata
Di antara terbakarnya kota
Nurani pun telah terlupakan

Di antara seribu kematian
Di antara hutan batu nisan
Ada yang tersenyum oleh medali kehormatan

Apa pun segala alasannya
Perang tetap menghancurkan
Selalu ada yang dikuburkan
Apa pun tujuannya
Perang tetap menghancurkan
Selalu jatuh banyak korban perang

(Syair Merpati, oleh Anang)

Senin, 05 Januari 2009

(INDAHNYA) NEGERIKU

Datang menerangi bangunkan dunia
Karunia alam tetap terjaga
Lestari budaya beragam sukunya
Nusantara tercinta Sabang sampai Merauke

Merah Putih berani dan suci
Tenteram damai nusantara
Burung garuda jiwa satria
Terbang bebas merdeka

Lupakan perbedaan
Bilakah datang?
Rasa kebersamaan
Hidup dalam damai

(Syair oleh Elpamas)

Jumat, 28 November 2008

KATA-KATA KOTOR

Tidak selayaknya kita mengucapkan kata-kata kotor, umpatan dan kata yang tidak pantas lainnya kepada sesama manusia. Tetapi jika anda benar-benar ingin mengucapkan kata-kata itu, berikanlah kata-kata kotor itu sepenuh hati kepada setan, narkoba, maksiat, korupsi, pembunuhan, kemunafikan, kemiskinan, kebodohan, kemusyrikan. Jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata kotor kepada sesama manusia, bahkan manusia yang anda anggap paling berdosa sekali pun. Sejelek-jelek manusia, dia adalah ciptaan masterpiece dari Sang Khalik, sama mulianya dengan kita. Berikan umpatan kepada perbuatannya, dan biarkanlah dia hidup seperti adanya.

Say no to the homicide, whatever the reason.

Sabtu, 08 November 2008

DIALOG VATICAN

Meskipun gaungnya tidak terlalu nyaring, akan tetapi beberapa hari yang lalu dilakukan dialog antara Katholik dan Islam di Vatican. Sebuah dialog yang bertujuan positif yang diikuti oleh 58 delegasi, 29 dari Katholik dan 29 dari Islam. Hal ini sangat positif sekali karena komunikasi antara dua pemeluk agama besar ini sangat jarang dilakukan. Hasil dialog itu juga mengusulkan adanya pertemuan serupa setiap dua tahun sekali.

Pro dan kontra juga muncul dengan adanya dialog tersebut. Kaum ekstrem biasanya tidak suka, karena mereka biasanya memang lebih suka bertindak secara represif. Akan tetapi dukungan terhadap dialog itu lebih dominan yang datang dari kalangan moderat yang mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. Jadi bolehlah kita menyimpulkan bahwa sebenarnya garis keras itu tidak banyak dan tidak mewakili mayoritas kelompoknya.

Banyak media yang menuliskan dialog itu sebagai dialog Kristen-Islam. Sebenarnya dialog di Vatican tersebut dilakukan oleh Katholik dan Islam. Masih sering terjadi anggapan bahwa Kristen dan Katholik itu sama, meskipun sebenarnya mereka adalah dua agama yang berbeda, dan kadang-kadang juga berserteru (sayang sekali). Perseteruan antara Kristen dan Katholik memang memuncak pada abad pertengahan dan sekarang sudah mereda. Perseteruan terakhir adalah antara Tentara Irlandia Utara yang berbasis Katholik dengan pemerintah Inggris yang berbasis Kristen Anglikan. Tetapi, sudahlah, yang penting sekarang harus berdamai karena mereka toh juga berasal dari Nabi yang sama.

Pada masa mendatang diharpakan dialog tersebut terus berlangsung dengan output yang positif. Diharapkan juga akan diikuti oleh kelompok agama yang lain, misalnya Kristen, Hindu, Budha atau Agama Yahudi. Juga baik kalau diikuti oleh Zoroaster dan juga Agnotis dan kalangan Atheis. Perbedaan itu indah kok! Yakinlah! Sang Khalik lah yang membuat perbedaan itu. Bagi orang atau kelompok yang menginginkan agama lain hancur berarti menolak Sang Khalik. Jika pencipta menghendaki agama itu hanya satu, maka detik ini juga semua orang akan memeluk agama yang satu. Percaya gak?

Minggu, 26 Oktober 2008

Indahnya Sportivitas

Akhir-akhir ini kita disuguhi dengan banyak tayangan tentang demokrasi di negara Super Power yaitu tentang kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden. Hampir dari kita tentu sudah tahu bahwa ada dua pasangan capres-cawapres, yaitu Obama-Biden melawan McCain-Palin. Banyak sekali fenomena menarik yang muncul dan, mempunyai ‘suasana’ yang sangat berbeda dengan kondisi di negara kita tercinta INDONESIA.

Hampir semua polling yang dilakukan menjagokan pasangan Obama-Biden dibandingkan pasangan McCain-Palin. Obama merupakan kandidat yang kebetulan pernah tinggal di daerah Menteng Jakarta, Indonesia. Tetapi saya pikir itu hanya kebetulan saja. Apakah itu akan mempunyai pengaruh terhadap kebijakan politik Amerika di Indonesia, saya tidak tahu dan saya tidak akan menceritakan tentang hal itu.

Sportivitas, ya itu yang ingin saya sampaikan di sini. Sportivitas yang mana? Bukankah sportivitas lebih terkenal di kalangan olah raga? Betul sekali. Tetapi kita sebagai manusia juga harus bisa hidup secara sportif, profesional dan mengedepankan nilai-nilai moral yang menjunjung tinggi kepentingan orang banyak. Lho, ini mau ngomong apa? OK, ini ceritanya.
Sarah Palin, kandidat wakil presiden McCain adalah mantan seorang selebritis yang sekarang menjabat Gubernur Alaska. Dalam suatu debat, ternyata Sarah Palin sering menjawab pertanyaan dari para panelis secara ‘kurang tepat’ (bahasa halus dari ngawur). Salah menyebut nama Jenderal (seharusnya Jendral David McKieman, disebut oleh Palin sebagai McClellan), juga tidak ingat tentang sederetan keputusan MA (MA-nya Amerika lho) yang ditolaknya. Padahal orang-orang di MA benar-benar ingat akan penolakan keputusan tersebut. Nah, aneh kan. Saya juga jadi ingat debat para calon pejabat di Indonesia, yang, sayangnya hampir semuanya tidak nyambung ketika ditanya oleh panelis. Tetapi, ya, mereka tetap saja terpilih. Bandingkan dengan suasana di Negara Paman Sam tersebut.

Ada lagi yang menarik perhatian. Palin pernah ‘minta tolong’ kepada suaminya, Tood Palin (seorang pegawai pemerintah) untuk memecat Mike Wooten yang cekcok dengan istrinya. Lho kenapa, karena ternyata istri dari Mike Wooten adalah adik kandung Palin. Nah, kalau itu terjadi di Indonesia, saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa hal tersebut tidak akan menjadi masalah besar. Lha wong yang sudah terbukti korupsi milyaran rupiah, atau selingkuh, atau memukul orang di depan umum saja tidak diapa-apakan. Tetapi karena kejadian tersebut terjadi di Amerika, maka menjadi sebuah masalah besar dan benar-benar menurunkan popularitas Palin (termasuk McCain) secara drastis.

Anda jangan menganggap saya sebagai seorang ‘western’ yang menganggap bahwa dunia barat selalu lebih baik. Di sini saya ingin mengatakan bahwa kita bisa belajar dari sportivitas, kejujuran dan profesionalisme. Tidak semua yang berbau barat bagus kok, tetapi tidak ada salahnya jika kita mengikuti apa yang baik dan meninggalkan apa yang tidak sesuai dengan budaya kita. Pejabat Kejaksaan Agung kita yang benar-benar terekam ketika meminta uang, atau pejabat DPR yang terekam ketika mau berkencan dengan wanita muda, seolah-olah tidak mengakui kesalahannya dan masih berani membela diri. Alasannya azas praduga tak bersalah, merekam itu melanggar hukum, atau persepsi dari pendengar rekaman yang kurang tepat. Aneh, jutaan orang yang mendengar dikatakan salah semua!!!

Kenapa ya kita tidak bisa bersifat sportif?? Belajar dari gurunya Laskar Pelangi yang dengan tegas dan berulang-ulang mengatakan ‘kita sebagai orang banyak-banyaklah memberi, bukan banyak-banyak menerima!!!’

Rabu, 22 Oktober 2008

INDAHNYA SEDEKAH

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui
(QS Al-Baqarah [2]:261)

Saat ini negara Indonesia tercinta, sekali lagi, TERCINTA, memang belum bisa memberikan kemakmuran yang layak bagi rakyatnya. Meskipun kaya raya akan hasil alam, tetapi hampir semua hasil tersebut dinikmati oleh sekelompok orang tertentu, dan sebagian lagi dinikmati oleh orang asing. Bahkan di sebuah negara yang kaya raya akan minyak, tetapi rakyatnya tidak mampu membeli minyak. Ironis memang.

Islam sebenarnya sudah memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan, atau paling tidak meringankan permasalahan orang yang kurang mampu. Solusi tersebut adalah melalui, yang tentunya sudah kita kenal dengan baik, yaitu zakat, infak dan sedekah. Allah swt menegaskan bahwa dalam harta orang-orang kaya terdapat hak orang miskin. Bila ada orang kaya yang tidak mengeluarkan zakatnya, maka sesungguhnya ia telah mencuri harga orang miskin. Kalau kita cermati, sebenarnya zakat itu tidak besar kok jumlahnya, hanya 2,5% yang relatif kecil jika dibandingkan dengan pajak PPN yang sebesar 10 persen, atau bahkan pajak undian yang sampai 20%.

Jika seorang kaya dengan segala ketulusan hati dapat memberikan bantuan secara maksimal untuk orang miskin, maka dapat dipastikan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan akan berjalan baik dan jurang pemisah yang menganga lebar antara si kaya dan si miskin akan tereliminir. Dengan catatan, kalian yang miskin jangan jadi pemalas dan hanya mengharapkan sedekah saja. OK?? Fair kan? Sejarah telah menunjukkan bahwa para sahabat Nabi merupakan orang yang sangat antusias dalam derma.

Perlu juga dicermati, bahwa harta yang kita peroleh secara halal, dari gaji misalnya, harus disucikan dengan zakat 2,5%. Sebenarnya cara kita memperoleh harta tersebut memang tidak murni seratus persen. Kadang-kadang kita bertengkar dengan teman kantor karena urusan pekerjaan, atau kita mengeluh karena pusing oleh pekerjaan. Nah, untuk itulah maka ada nilai sebesar 2,5% yang harus kita ikhlaskan agar hal-hal buruk yang terjadi ketika kita mendapatkan harta menjadi hilang. Dengan demikian sisanya merupakan harta yang benar-benar barokah.

Hal ini tidak berlaku bagi harta yang memang sejak awal sudah tidak halal. Seorang koruptor yang melakukan korupsi sebesar 1 Milliar tidak dapat dengan serta merta memberikan zakat sebesar 25 juta sehingga harta korupsinya menjadi halal. Ini sangat tidak benar. Harta korupsi tetap tidak berkah dan tidak dapat disucikan dengan 2,5%. Koruptor tersebut harus mengembalikan seluruh harta korupsi, beserta kerugiannya dan harus menanggung risiko hukum dan sosial akibat perbuatannya. barulah impas. Jadi, kalau dipikir-pikir, kalau harta kita halal, maka kewajiban kita hanya 2,5%. Tapi kalau harta kita tidak halal, maka kewajiban kita lebih besar dari pada harta yang telah kita peroleh tadi. Nah… Anda milih yang mana.
(Diadopsi dari Buletin Jum’at Sakinah, No. 194 Th. III September 2008, Ramadhan 1429)

Senin, 20 Oktober 2008

Kiai Masuk Gereja (2)

Cak Nun berkotbah di Gereja atau di depan orang-orang Non Muslim sudah bukan pertama kali. Di Indonesia sendiri, sudah beberapa kali Cak Nun diundang berbicara di depan orang-orang Katholik, bukan untuk berdebat tentang agama, tetapi untuk saling terbuka dan berbicara dari hati ke hati, dan mencari kebersamaan, menghindarkan konflik. Adalah lebih bijaksana mencari persamaan dan bekerja sama menghadapi ‘musuh’ bersama. Musuh orang beragama yang akan dilawan oleh umat beragama, agama apapun secara bersama-sama. Banyak sekali musuh yang harus dilawan, misalnya kemiskinan, korupsi, masa depan anak-anak dan juga masalah lingkungan.

Pencarian kebersamaan juga dapat dilakukan dengan dialog serupa. Umat Kristen (sebutan untuk mengikut Nabi Isa, termasuk juga Katholik) menganggap Nabi Isa (Yesus Kristus) lebih dari sekedar Nabi, tetapi juga sebagai Tuhan. Hal ini sering ditolak oleh Umat Muslim dan menimbulkan konflik karena dianggap sebagai penghinaan. Akan tetapi, Gus Mus mengatakan dalam suatu kesempatan, bahwa pandangan itu tidak akan dapat diubah. Hal yang lebih bijaksana adalah mencari persamaannya, yaitu bahwa Tuhan (Allah) itu dekat sekali dengan manusia. Dalam Islam dituliskan bahwa Allah lebih dekat dari pada tulang rusuk kita. Hal ini juga akan dianggap mustahil oleh orang Kristen. Jadi ya… sama saja. Orang selalu menganggap aneh apa yang diyakini oleh orang lain dan jika dibesar-besarkan, yang terjadi ya konflik.

Orang Islam akan menganggap aneh kepercayaan Hindu yang menghormati seekor sapi. Tapi itu sudah diyakini selama berabad-abad, dan ada banyak sekali alasan untuk menghormati seekor sapi, menurut keyakinan Hindu. Orang Hindu juga akan menganggap aneh mengapa orang Islam tidak menghormati sapi, tetapi malah memakan sapi dan menganggap itu jauh lebih baik dari pada makan babi atau anjing. Orang Katholik juga akan lebih heran lagi. Akan tetapi orang Katholik selalu memakan komuni setiap minggu yang sebenarnya hanya merupakan roti tidak beragi. Nah…..jadi ngapain repot dengan perbedaan, jauh lebih enak membicarakan persamaan dan mencari solusi bersama untuk kehidupan ini. Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa apa yang kita yakini adalah paling benar dan juga harus diyakini oleh orang lain. Si Empunya semesta aja tidak pernah memaksa orang untuk meyakini bahwa diri-Nya lah yang menciptakan semesta ini. Nah…ngerti gak Son….

Jumat, 17 Oktober 2008

Kiai Masuk Gereja

Sekitar 6 sampai 20 Oktober 2008, Emha Ainun Jadjib dan konco-konconya melawat Belanda bersama perabotan Kiai Kanjengnya. Keunikan dari lawatan ini adalah karena diprakarsai oleh Protestant Church Belanda (dilaksanakan oleh Centre for Reflection of the Protestant Church dan Hendrik Kraemer Institute), serta bekerja sama dengan Java Enterprise. Title dari tour itu adalah Voices & Visions dan ditampilkan dalam beberapa agenda pementasan musik dan dialog di tujuh kota yakni Den Haag, Amsterdam, Rotterdam, Deventer, Leeuwarden, Windesheim, dan Utrecht. Selain itu, juga akan bertemu komunitas muslim Belanda.

Di Deen Haag, misalnya, Emha dan Kiai Kanjeng akan tampil di gereja Christus Triomfater dan pesta rakyat di Moerwijk, pentas di Theater de Regentes, juga tabligh akbar di Masjid al-Hikmah. Di Amsterdan Emha dan Kiai Kanjeng memenuhi undangan simposium dan pentas musik. Di Deventer, mereka akan bertemu dengan tokoh agama setempat dan menyelenggarakan workshop dan konser mini. Di Leeuwarden dan Windesheim, Emha dan KiaiKanjeng akan terlibat diskusi dengan para mahasiswa dan masyarakat sekitar, tentu dengan iringan musik KiaiKanjeng. Di Rotterdam, Emha dan KiaiKanjeng akan tampil di Universitas Islam Rotterdam. Di Utrecht, mereka akan pentas di Theater de Nobelaer. Sementara di Amsterdam, Emha dan KiaiKanjeng akan bertemu dengan tokoh muslim setempat dan menggelar diskusi dan konser mini di sana, serta mengikuti workshop dan diskusi dengan artis Belanda.

Cak Nun juga diminta untuk menyampaikan presentasi di beberapa forum dialog dengan fokus pengembangan dialog antarbudaya dan antar agama. Di forum-forum itu, Cak Nun akan menyampaikan pandangannya tentang Islam dan pluralisme, Islam dan lingkungan hidup, serta alam dan kebebasan beragama, tentu dengan sudut pandang khas Emha. Sementara itu pihak Gereja Protestan di Belanda menyatakan bahwa melalui tur ini mereka bermaksud menyumbangkan sikap saling penghargaan antara orang yang beda agama. Sekretaris Jendral Gereja Protestan di Belanda, pendeta Arjen Plaisier, mengatakan: Gereja kami tidak dipanggil untuk mengabarkan agama Islam, tetapi untuk mendukung percakapan/pertemuan dengan orang yang beda agama secara jujur dan dengan rasa hormat. Emha memakai pendekatan ini juga, seperti mitra-mitra Muslim kami di Belanda. Sekarang ini kami sering mendengar pencirian-pencirian mengenai orang Islam yang tidak bernuansa, malah yang memalukan.

Dalam keadaan ini Gereja Protestan ingin memberikan perhatian kepada teladan yang positif.
Bagi Emha dan KiaiKanjeng, tampil di hadapan publik nonmuslim melalui dialog dan pementasan musik bukan hal yang baru, dan dalam kesempatan yang demikian itu, Emha dan KiaiKanjeng berupaya menampilkan tafsir pluralisme ala mereka yakni bahwa orang Islam tidak perlu menyembunyikan identitasnya sebagai muslim pun sebaliknya bagi nonmuslim. Pluralisme adalah saling mengerti siapa diri kita sembari pada saat bersamaan berlomba dalam mewujudkan kebaikan. Itulah di antara yang pernah disampaikan Emha pada saat hadir di Gereja Pugeran Yogyakarta pertengahan tahun 2007 lalu. Di Belanda pun Emha dan KiaiKanjeng membawa semangat yang sama.

Negeri Belanda mempunyai hubungan emosional yang sangat erat dengan Indonesia yang mayoritas muslim. Selain telah menjajah Indonesia sekitar 350 tahun, akhir-akhir ini juga ada beberapa kejadian yang cukup menarik untuk dicermati. Adanya pembunuhan Theo van Gogh seorang sutradara film oleh seorang Muslim Marokko dan juga film "Fitna" oleh anggota Parlemen Geert Wilders.

Pemerintah Belanda, dan mungkin juga banyak pemerintah negeri "Barat" lain sepertinya masih belum bisa matching dengan muslim. Hal tersebut menjadi lebih buruk, ketika di kalangan muslim sendiri muncul berbagai aliran garis keras yang seolah memberikan cap bahwa kecurigaan dunia barat adalah benar, atau setidaknya ada unsur benarnya. Meskipun jumlah garis keras relatif sedikit dan tidak mewakili pandangan umum muslim, tetapi aksinya sering mencemaskan sehingga bangsa barat yang terkenal teratur menjadi sangat berhati-hati.
Kurangnya dialog antara barat dan muslim menjadikan permasalahan tersebut semakin meruncing. Saling curiga menjadi semakin tajam, dan hal tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh garis keras (muslim) dan juga oleh kaum oportunitis (barat). Banyak ahli berpendapat bahwa penyerangan ke Irak yang sebenarnya bermotif minyak dipelintir menjadi perserteruan timur-barat.

Eddy Supriyadi, (Vrije Universiteit, Amsterdam) salah satu mahasiswa doktoral di Belanda sempat mengutip kalimat dari Emha: "Orang berbuat jahat tidak harus seratus persen kita pahami sisi kejahatannya, tetapi bisa kita cari kemungkinan bahwa kejahatan itu bersumber dari kelemahan atau keterpaksaan. Dengan demikian kita bukan membencinya karena kejahatannya, melainkan ada peluang dan bahkan kewajiban untuk mengantarkannya terlepas dari kelemahan itu, sehingga produk jahatnya juga bisa terkurangi. Bahkan orang yang membenci kita, memfitnah kita dan memaki-maki kita, sesungguhnya mengantarkan kepada kita keharusan untuk menggali ilmu dan pengetahuan tentang sebab kebencian itu. Misalnya bahwa kebenciannya itu berasal dari suatu keadaan mental yang terbatas sedemikian rupa sehingga ia tidak punya kemungkinan lain kecuali membenci kita. Kemudian kebencian itu juga mengantarkan juga pancingan untuk menambah kasih sayang kita kepadanya, syukur diam-diam menolongnya untuk berjalan menuju kondisi mental yang lebih kuat dan positif sehingga ia tidak perlu membenci siapapun sebagai satu-satunya jalan untuk survive secara psikologis..."

Pendapat itu sangat kontras sekali dengan pendapat garis keras, seperti FPI misalnya. Pandangan garis keras sangat tidak pluralis dan sangat eksklusif. Mereka beranggapan bahwa orang yang menghargai pluralisme adalah orang yang ilmunya belum tinggi sehingga masih mau bertoleransi dengan orang lain. Lalu mana yang benar??? Jika Tuhan/Allah/Yahwe memang menhendaki, maka akan diciptakan satu bangsa saja, satu agama saja dan tidak ada perbedaan. Perbedaan adalah hakekat dari penciptaan itu sendiri. Amien.

Selasa, 16 September 2008

Siapa Harus Dibunuh?

SIAPA YANG HARUS DIBUNUH?

Dengan alasan tidak ada yang bertindak, maka sekelompok orang secara represif menyerang tempat hiburan malam yang masih tetap buka di bulan puasa. Dengan alasan ditunggangi oleh kelompok tertentu, maka sebuah aksi damai diserang dan peserta aksi damai tersebut dianiaya. Dengan alasan menjual barang haram, maka seorang penjual minuman keras disiram dengan minuman keras yang dijualnya. Dan masih banyak lagi… tetapi????

Mengapa mereka tidak menyerang seorang anggota DPR yang tertangkap basah menikmati seorang perempuan muda? Mengapa mereka tidak menyerang seorang Jaksa yang dengan jelas-jelas memeras orang yang terkena kasus bahkan sampai milyaran rupiah? Mengapa mereka tidak menyerang sarang wakil rakyat yang membagi-bagi uang perjalan dinas sampai milyaran rupiah? Mengapa mereka tidak menyerang oknum-oknum aparat yang jelas-jelas menjadi backing penjualan minuman keras dan barang haram lainnya? Mengapa mereka tidak menyerang seorang PNS dengan pangkat Kepala Seksi tetapi mempunyai banyak rumah mewah dan mobil mewah?

Saya bertanya kepada mereka, siapa yang lebih layak dibunuh, seorang wanita yang melacurkan dirinya karena menghidupi anak-anaknya atau seorang koruptor milyaran rupiah yang juga menjual jabatan, menjual harga dirinya dan juga akan mencari pelacur kelas elite? Sebelum kalian membunuh salah satu dari kedua orang tersebut, lihat dulu, bahwa di sebelah sana, di mana aparat-aparatnya bersih-bersih, jumlah pelacur dan penjahat jalanan sangat minim.