Tampilkan postingan dengan label Way to Heaven. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Way to Heaven. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Januari 2009

WHERE ARE YOU GOD?

Meanwhile, someone who wants to meet the God, namely Godseeker, wondering about where are the God? The first someone who answered said that, “The place of God is behind the stars that very-very far away from our eyes”.

Godseeker doesn’t satisfied and ask to another people and give the answers, “God stay in the bottom of the sea that deepest!”

Finally, Godseeker receive satisfied answer, like that, “God hide behind your daily activity”.

Jumat, 21 November 2008

PERGI KE SURGA

Guru Sekolah tersenyum pada murid-muridnya dan bertanya, "Siapa yang ingin pergi ke Surga, coba angkat tangan!" Semua murid-murid di kelas itu mengangkat tangannya, kecuali seorang anak kecil. Guru bertanya, "Kamu tidak ingin pergi ke Surga?" Murid itu menjawab, "Tidak, bu Guru. Ibu menyuruh saya segera pulang ke rumah, tidak boleh pergi kemana-mana."

Surga, Tuhan, Cinta dan Hantu mempunyai persamaan, banyak sekali orang yang membicarakannya, tetapi hanya sedikit sekali orang yang benar-benar mengetahuinya.

Kamis, 04 September 2008

Way to Heaven

AGAMA = WAY TO HEAVEN? NOT WAY TO LIFE


Indonesia sebagai negara yang ‘katanya’ beragama, mempunyai banyak sekali kegiatan keagamaan. Televisi, radio atau mass media yang lain banyak sekali menampilkan topik keagamaan. Acara keagamaan seperti pengajian, kelompok kitab suci, sembahyangan juga banyak sekali. Tetapi, kalau kita cermati, tindakan-tindakan yang bertentangan dengan agama tetap marak dilakukan. Korupsi jalan terus, pungli tiada henti, mental calo, mementingkan kelompok atau golongan, ngrasani orang dan berbagai aktivitas negatif lain berjalan dengan baik-baik saja.
Aneh kan???
Kata orang, itu karena setiap khotbah keagamaan di berbagai acara keagamaan cenderung mengajarkan way to heaven. Yaitu bagaimana cara untuk masuk surga. Tetapi tidak pernah menyampaikan masalah way to life. Atau bagaimana kita bisa hidup berdampingan dan menghargai sesama, dan juga lingkungan. Mengapa belum ada fatwa haram tentang membuang sampah sembarangan, fatwa haram untuk melanggar lampu merah, atau fatwa haram bagi naik sepeda motor tanpa helm. Zinah adalah haram, tetapi yang menanggung akibatnya adalah orang tersebut. Akan tetapi ketika ada korupsi, melanggar lampu merah, membuang sampah ke sungai, maka yang menanggung akibatnya adalah orang banyak.

Note: Diadopsi dari buku Lukisan Kaligrafi oleh Gus Mus.